Kamis, 11 Oktober 2012

TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2012 Dimulai


TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II tahun 2012, dibuka oleh Dandim 0708 Kabupaten Purworejo Letkol Ade Andrian selaku Inspektur Upacara  di Halaman Balai desa Sambeng Kecamatan Bayan, Rabu (10/10). Pembukaan TMMD secara simbolis ditandai dengan penyerahan alat kerja dan pemukulan kentongan disaksikan oleh Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg, Ketua DPRD Yuli Hastuti, Sekda, Asisten Sekda, Camat Bayan dan undangan Lainnya.

Dansatgas Perwira Seksi Teritorial Kapten Infantri Bambang Wahyudi melaporkan pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II tahun 2012 dilaksanakan pada tanggal 10 s/d 30 Oktober 2012.Sebelum pelaksanaan telah dilaksanakan Pra TMMD selama 30 hari yaitu tanggal 10 september s/d 09 Oktober 2012.

Dijelaskan bahwa sasaran fisik berupa pembangunan rabat beton sepanjang 1.025 meter dan lebar 80 cm X 2, pembuatan drainase kanan/kiri jalan sepanjang 1.025 meter,pembuatan Pos ronda dan rehab masjid masing-masing  1 unit. Sasaran tambahan berupa rehab Rumah warga 5 unit dan mengadakan penghijauan lingkungan.

Sasaran non fisik berupa penyuluhan bidang bela negara dan pertahanan negara, kamtibmas,penanggulangan bencana alam, lingkungan hidup, perikanan dan kelautan, agama, kesehatan dan pelayanan KB, pendidikan dan kebudayaan, pertanian dan kehutanan, pemutaran film dan mengadakan pasar murah.

Untuk kegiatan TMMD diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 256.480.000 yang berasal dari APBD Propinsi Rp 113 juta, APBD Kabupaten Rp 50 Juta, swadaya masyarakat Desa Sambeng Rp 58.480.000,stimulan SST dari pemda sebesar Rp35 juta. Setiap hari dikerjakan oleh  133 orang terdiri dari TNI 40 orang, Polri 5 orang, masyarakat Desa Sambeng 75 orang dan dari dinas terkait 134 orang.

Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI Pramono Edhi Wibowo dalam amanatnya yang dibacakan Dandim 0708 Purworejo Letkol  mengungkapkan penyelenggaraan  TMMD ke 89 kali ini terdapat 61 sasaran terutama di daerah perbatasan, daerah rawan bencana dan pulau tertular, serta di daerah kumuh perkotaan yang sangat membutuhkan bantuan dan perhatian pemerintah.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini sasaran fisik, diarahkan pada pembangunan infrastruktur yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat. Sedangkan sasaran non fisik diarahkan pada kegiatan yang dapat menggugah kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. “Apabila sasaran ini tercapai, maka akan mendorong terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berlanggan artikel Blogtegal via e-Mail