Rabu, 30 Januari 2013

650 Prajurit Yonif 412 Diberangkatkan Ke Papua


Sebanyak 650 prajurit Batalyon Infantri (Yonif) 412 Raider Kostrad dan kesatuan lainnya, diberangkatkan ke Provinsi Papua. Mereka tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia dengan Papua Nugini.

Pelepasan dilakukan dalam sebuah upacara di alun-alun Purworejo, Senin (28/1), dengan inspektur upacara Dandim 0708/Purworejo Letkol Inf Ary Sundoro SSos. Membacakan sambutan Bupati Purworejo, Dandim mengungkapkan keamanan wilayah perbatasan selalu menjadi perhatian setiap pemerintah yang wilayah negaranya berbatasan langsung dengan negara lain. Kesadaran akan adanya persepsi wilayah perbatasan antar negara telah mendorong perumus kebijakan untuk mengembangkan suatu kajian tentang penataan wilayah perbatasan yang dilengkapi dengan perumusan sistem keamanannya.

Hal ini menjadi isu strategis karena penataan kawasan perbatasan terkait dengan proses nation state building terhadap kemunculan potensi konflik internal di suatu negara dan bahkan pula dengan negara lainnya. Penanganan perbatasan negara, pada hakekatnya merupakan bagian dari upaya perwujudan ruang wilayah nusantara sebagai satu kesatuan geografi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

Dikatakan bahwa apa yang akan dikerjakan para prajurit selama menjadi personil Satgas Pamtas, merupakan bagian dari pelaksanaan tugas negara dan tidak semua prajurit mendapatkan kesempatan itu. “Oleh karena itu, kesempatan ini hendaknya bisa dijadikan motivasi untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara, sekaligus menumbuhkan kebanggaan bagi keluarga, kesatuan dan juga termasuk masyarakat Kabupaten Purworejo dimana markas Yonif 412/KOSTRAD berada,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga berpesan agar para prajurit senantiasa menjaga kesehatan dan kebugaran, mengingat medan di daerah perbatasan yang pasti sangat berat. “Selain itu tak kalah pentingnya adalah selalu menjaga sikap dan perilaku dalam bergaul dengan penduduk setempat, agar tidak menimbulkan berbagai hal yang tidak kita inginkan bersama,” pesannya.
Komandan Yonif 412 Raider Mayor (Inf) M Taufiq Zega mengatakan, pasukan yang bertugas itu sebagian besar dari batalyon yang dipimpinnya. "Penugasan ini merupakan gabungan, namun 90 persen berasal dari Yonif 412," katanya kepada wartawan, usai upacara pelepasan pasukan, Senin (28/1).

Menurutnya, pasukan akan bertugas selama enam bulan di wilayah Kabupaten Jayapura dan Kerom. Fokus penugasan, lanjutnya, pada usaha mengamankan perbatasan dan menjaga ketertiban teritorial wilayah itu. Dikatakan, penugasan itu tidak terkait dengan kondisi keamanan di wilayah Papua. "Kami nilai kondisi keamanan Papua aman, tidak ada gejolak yang menonjol," katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berlanggan artikel Blogtegal via e-Mail