Jumat, 24 Februari 2012

Gubenur Tinjau Lumbung Desa “Gemah Ripah” Desa Tanjungrejo

Lumbung desa sebagai tempat penampungan persediaan gabah bagi masyarakat desa setempat, ternyata memang ada. Nama itu sering di sebut-sebut masyarakat luas sejak puluhan tahun silam, dikelola oleh dan untuk masyarakat desa sendiri. Keberadaannya ternyata sangat bermanfaat dan perlu diberdayakan.

Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo, di sela-sela monitoring lumbung desa “Gemah Ripah” di Desa Tanjungrejo Kecamatan Bayan, pekan lalu. Hadir mendampngi Gubernur, Kepala BKP Prop Jateng Ir Gayatri Indah Cahyani, Assisten II Setda Drs Sriyati MM, Kepala Biro Produksi BKP Supardiman SH MSi, dan Kabiro Humas Drs Agus Utomo. Gubernur beserta rombongan diterima Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKT) Ir Suhardiyanto MM, Plt Asisten II Ir Jumali serta masyarakat setempat.

Gubernur tiba di Desa Tanjungrejo sekitar pukul 15.30, setelah menghadiri panen raya padi oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono, di Kabupaten Sragen. Dari kegiatan tesebut, diagendakan esok harinya Gubernur ke Kebumen dan Cilacap untuk menyerahkan bantuan kapal motor berkekuatan 30 GT.

Diakui oleh Gubernur bahwa keberadaan lumbung desa ternyata sangat bermanfaat dan menjadi kebutuhan masyarakat setempat. Untuk itu ia minta agar keberadaannya diberdayakan, karena bisa berfungsi sebagai bulognya desa. Di saat masyaraakat desa setempat panen padi, bisa menampung gabah masyarakat setempat dengan harga yang wajar. Sebaliknya di saat masyarakat setempat paceklik, bisa mengeluarkan persediaan gabah yang ada untuk dipinjamkan kepada kepada warganya dengan harga yang murah. “Mengenai mekanisme pengelolaan, kita serahkan sepenuhnya kepada masyarakat. Yang jelas lumbung desa hidup bersama dengan dinamika masyarakat setempat,”katanya.

Lebih jauh Gubernur meminta kepada seluruh masyarakat agar memanfaatkan potensi tanah di sekitar rumahnya. Ia berharap jangan ada sejengkal tanah yang tidak ditanami. Selain tanaman padi, polowijo, sayur-sayuran, juga tanaman lain. Sehingga saat satu jenis tanaman habis panen, jenis lainnya menyusul panen. Hal itu untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Menyinggung rencana pemberian bantuan kapal penangkap ikan kepada dua kabupaten, ia juga berjanji akan mengusahakan bantuan bila Purworejo membutuhkan. Sebab dari rencana 40 kapal bantuan pusat hingga tahun 2014, penyerahan di Kebumen dan Cilacap baru yang ke 15 kapal. Kapal berkekuatan 30 GT, dengan anak buah kapal (ABK) sekitar 15 orang, bisa menangkap ikan mengarungi laut lepas.

Pada kunjungan tersebut Kepala BKP Provinsi Jateng Ir Gayatri Indah Cahyani berjanji akan memberikan bantuan sebesar Rp 20 juta pada April mendatang. Dana tersebut untuk pembelian gabah dari masyarakat. Ditambahkan bahwa tahun 2009 lalu, pihaknya memberikan bantuan pembangunan beberapa lumbung, tiap lubung besarnya Rp 20 juta
Pada kesempatan yang sama Bupati Purworejo melaporkan bahwa skala prioritas pembangunan Kabupaten Purworejo salah satunya Pembangunan bidang pertanian dalam arti luas.

Dalam RPMJD 2010-2015, Purworejo juga diarahkan untuk menuju daerah agribisnis. Hal itu utuk mendukung slogan Gubernur Jawa Tengah “Bali Desa Bangun Desa”.
Dilaporkan oleh bupati bahwa luas total lumbung desa yang ada di Kabupaten Purworejo sebanyak 394 unit. Dari jumlah itu, sejak tahun 2007 -2011 sejumlah 60 buah telah dibangun dari berbagai sumber dana. Kapasitas lumbung mampu menampung 20-40 ton gabah. Pada tahun 2011, telah dibangun gudang cadangan pangan satu unit, berkapasitas 70-100 ton gabah melalui DAK.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berlanggan artikel Blogtegal via e-Mail