Jumat, 28 Desember 2012

Pemkab Purworejo Peduli Pejuang Wanita


Perhatian terhadap pejuang wanita, ditunjukkan Pemkab Purworejo bertepatan dengan peringatan Hari Ibu ke 84 tahun 2012,  yakni dengan memancangkan bambu runcing  berbendera merah putih pada makam 4 pejuang wanita. 

Yaitu alm Ny Hj R Ayu Achadiah Dunda di TPU Desa Kaliwatubumi Kecamatan Butuh, alm Ny Ardinah Sudirman di TPU Desa Bandung Kecamatan Kutoarjo, alm Ny Colechah Tamim di TPU Ny Laos Plaosan Purworejo, dan alm Ny Soetyastuti BA di TPU Sibak Kelurahan Pangenjurutengah Purworejo.

Pemancangan bambu runcing di  pemakaman Ny R Ayu Achadiah Dunda dilakukan Ketua Darma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Purworejo Ny Sri Yuni Astuti Tri Handoyo selaku  inspektur upacara. Sedang di pemakaman Ny Ardinah Sudirman sebagai inspektur upacara Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo Ny Yaminah suhar SH.

Ketua DWP Ny Sri Yuni Astuti Tri Handoyo mengatakan pemancangan ini merupakan wujud apresiasi atau penghargaan generasi penerus kepada para pejuang 45, ketika penjajah Belanda masih akan mencengkeramkan kukunya di bumi Indonesia. “Ini sekaligus sebagai penyampaian informasi kepada masyarakat luas, terutama kalangan generasi muda, bahwa di lingkungan kita terdapat makam pejuang yang besar jasanya sehingga kita semua wajib memberikan hormat dan penghargaan yang layak,” tandasnya.

Sedang Ketua Dewan Harian Cabang (DHC) eksponen 45 Purworejo Drs R Istiharto yang didampingi Sekretaris Peringatan Hari Ibu Dra Titik Mintarsih MPd    menjelaskan, empat wanita pejuang ini memiliki andil besar dalam perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan dalam kurun waktu tahun 1945 hingga tahun 1949. 

“Almarhum Ny R Ayu Achadiah Dunda merupakan anggota laskar wanita yang berjuang di wilayah Bruno dan Bayan (Purworejo) hingga Yogya utara,” jelasnya. 
Menurut Mashudi, selaku wakil pihak keluarga, Ny Hj R Achadiah Dunda adalah putra penghulu Kutoarjo yang menjadi menantu Bupati Kutoarjo ke-5 RT Pringgoatmojo.



Kamis, 27 Desember 2012

Pegawai Dealer Motor Dihajar Calon Pembeli


Ada ungkapan lidah tidak bertulang dan tajamnya melebihi pedang. Karena itu pandai-pandailah dalam berbicara jika tidak ingin mendapat masalah. Hal itu pula yang menimpa Ucok (25) warga desa di Kecamatan Purwodadi. Lantaran bicaranya tidak bisa dipercaya alias plin plan, pria yang bekerja di dealer  sepeda motor di Purworejoini babak belur dihajar oleh empat orang tidak dikenal Kamis (20/12) sekitar pukul 16.30 WIB.

Saat terjadi pengeroyokan salah satu pelaku  mengaku sebagai calon konsumen yang kecewa.  Akibatnya, wajahnya lebam-lebam cukup parah. Selain itu Ucok juga dipaksa mendatangani surat perjanjian ganti rugi sebesar Rp 10 juta dan sejumlah uang, HP, tanda pengenal serta surat-surat kendaraan miliknya diambil oleh para pelaku.

Menurut Ucok, peristiwa bermula saat dirinya datang ke salah satu kios penitipan sepeda di Pasar Suronegaran. Kedatangan Ucok tersebut  atas undangan orang yang mengaku calon pembeli. Begitu tiba di lokasi Ucok diajak masuk kios setelah seblumnya kunci sepeda motornya diambil oleh pelaku. “Waktu itu saya datang sendiri dengan mengendarai sepeda motor,” kata Ucok saat ditemui di Mapolres Purworejo.

Begitu masuk kios ucok kemudian dipukuli oleh empat orang hingga kelenger. Salah satu pelaku kemuidan mengaku kecewa dan emosi lantaran Ucok tak kunjung memberi surat rekomendasi pengajuan pembelian sepeda motor atas nama istri orang tersebut. “Surat pengajuan istrinya belum lengkap jadi saya tidak mungkin memberi ACC. Mungkin karena itu suaminya kesal dan mengeroyok saya,” unkap Ucok yang mengaku tidak mengenal sama sekali para pengeroyoknya.

Usai memeukuli Ucok para pelaku kemudian kabur setelah sebelumnya mengambil surat-surat milik korban seperti KTP, SIM, STNK, HP dan uang sebesar Rp 150 ribu. Pelaku juga mengancam uang ganti rugi sebesar Rp 10 juta harus segera diserahkan paling lambat 31 Desember. Kasus tersebut kini tengah ditangani oleh pihak berwajib. Jika terbukti bersalah para pelaku akan dikenai pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Rabu, 26 Desember 2012

Tugu Muda Semarang Juara Kejurda Boli Putri U-13 Antar Club Se- Jateng


Tugu Muda Semarang berhasil keluar sebagai juara I dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bola Voli Putri U-13 Antar Club se- Jawa Tengah di Gedung Olahraga SMK I Negeri Purworejo Selasa (25/12).

Tugu Muda Semarang menjadi juara setelah dalam babak final mengalahkan Bravo Banjarnegara dengan skor 3-1. Sementara juara III diraih oleh Laskar Sukowati Sragen setelah dalam perebutan tempat ke tiga berhasil menaklukkan Tripel Star Kudus dengan kedudukan 2-0.

Kejurda Bola Voli Putri U-13 Antar Club Se- Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Sanggar Bola Voli (SBV) Hamong Rogo bekerja sama dengan SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo tersebut  berlangsung selama dua hari (24-25 Desember 2012). Sebanyak 10 Club terbaik asal berbagai daerah ikut ambil bagian dalam kejuaraan itu. Acara pembukaan dilakukan oleh Ketua KONI Purworejo Subandi SE serta dihadiri sejumlah pejabat DPRD dan Dinas Pendidikan.

Ketua panitia yang juga ketua SBV Hamong Rogo Sri Rochati BA mengatakan, Kejurda tersebut merupakan kegiatan tahunan yang penyelengaraanya bergilir di berbagai daerah. “Tujuanya sebagai upaya  pembinaan prestasi Bola Voli usia dini PBVSI,” ucapnya. Dikatakan, dengan adanya klejuaraan itu diharapkan mampu mencetak atlet-atlet bola voli berprestasi disetiap kelompok umur agar kelak menjadi pemain handal. “Pembinaan kami memang hanya pada usia dini antara 11 sampai 15 tahun. Setelah lebih dari umur tersebut kami serahkan pada pembinaan yang lebih tinggi,” kata Sri Rochati.

Dari pengamatan di lapangan, kejuaraan tersebut berlangsung cukup ketat. Sejak babak penyisihan, masing-masing club berusaha tampil semaksimal mungkin untuk mengungguli lawanya. Meski secara postur masih kecil-kecil namun kelincahan, skil dan semangat bertanding mereka tidak kalah dengan para atlet bola voli dewasa. Bahkan cara bermain para atlet usia dini tersebut terkesan menikmati,  lugas dan tanpa beban.

Berikut adalah para peserta yang tampil dalam Kejurda  Bola Voli Putri U-13 Antar Club Se-Jawa Tengah. Tugu Muda Semarang, Voka Banjarnegara, Indonesia Muda Sragen, Jatayu Purwokerto (A), Jatayu Purwokerto (B), Laskar Sukowati Sragen, Kebumen, Bravo Banjarnegara, Hamong Rogo Purworejo dan Tripel Star Kudus. Dalam kejuaraan tersebut para juara mendapat tropi, piagam penghargaan dan bola voli masing-masing lima buah.



Sabtu, 22 Desember 2012

506 Polisi Siap Amankan 78 Gereja di Purworejo


Untuk menciptakan rasa aman, nyaman dan tertib dalam merayakan Natal 2012 dan tahun baru 2013, Kepolisian Resort (Polres) Purworejo akan menggelar operasi pengamanan. Gelar pasukan operasi dengan sandi “ Lilin Candi 2012”, Jumat (21/12), di alun-alun Puworejo. Upacara gelar pasukan dipimpin Kapolres, AKBP Muh Taslim Cairuddin SIK MH, diikuti seluruh anggota Polres Purworejo, Kodim 0708, Brimob, Batalyon 412 Raider, dan berapa organisasi kemasyarakatan (ormas).

Kapolres Muh Taslim mengemukakan bahwa operasi pengamanan “Lilin Candi 2012” dilaksanakan mulai 23-12-2012 pukul 00.00 WIB hingga 1-1-2013 pukul 24.00 mendatang. Dalam pengamanan tersebut, pihaknya akan menerjunkan 506 personil dari 853 anggota yang dimiliki. Sisanya melaksanakan tugas rutin seperti di polsek-polsek dan pelayanan masyarakat. “Kekuatan tesebut masih ditambah dari personil lain, seperti anggota TNI, Pol PP, Linmas, Banser dan ormas lainnya,” katanya.

Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang akan merayakan Natal, sebanyak 78 gereja yang ada di Purworejo akan mendapat pengamanan. Pos pengamanan akan dipusatkan di dua titik yaitu Gereja Santa Perawan Maria Purworejo dan Gereja Santo Paulus di Kutoarjo. 

Kekuatan personil di tiap-tiap titik jumlahnya bebeda, tergantung tingkat kerawanan. Semakin rawan, semakin besar jumlah personil yang ditugaskan. Tingkat kerawanan berdasarkan ancaman, teror dan tindak kriminal lainnya. “Berdasarkan data dari Polri, sebanyak 14 Polda di seluruh Indonesia termasuk Jateng, masuk dalam kategori pengamanan pertama,” ungkapnya.

Menyinggung pengamanan perayanaan tahun baru, pihaknya akan menerjunkan personilnya di daerah rekreasi. Ia merasa pengamanan tersebut tidak terlalau berat dibanding pengamanan Natal. Karena dinilai Purworejo tidak memiliki obyek wisata yang signifikan, lagi pula bukan dilalui jalur wisata. Namun demikian, bukan berarti tidak memberi pengamanan, pihaknya tetap memberikan pengamanan. Ia minta kepada anggota dijajarannya agar dalam melaksanakan tugas bersikap humanis dan santun, namun tegas terhadap tindak pelanggaran. Sehingga bisa menekan angka kriminalitas dan lakalantas.

Jumat, 21 Desember 2012

Bulan Dana PMI Terkumpul Rp 412 Juta


Bulan dana PMI Purworejo tahun ini jauh melebihi target. Dari target sebesar Rp 250 juta terealisasi Rp 412.639.515. Pernyataan itu dikatakan Wakil Ketua panitia Bulan Dana PMI, Drs Sigit Budimulyanto MM, dalam penutupan dan penyerahan bulan dana, Rabu (19/12) kemarin. Dijelaskan, dari perolehan sejumlah itu setelah dikurangi biaya operasional Rp 23,9 juta, sebesar 10% (Rp 38,8 juta) dikirimkan ke PMI Jateng. Sehingga  untuk PMI Purworejo sejumlah Rp 349.851.793.

Sedangkan pemanfaatan di PMI Purworejo antara lain untuk biaya rutin kantor PMI, juga untuk program kerja. Adapun program kerjanya antara lain untuk kesiapsiagaan dan bantuan bencana, bantuan kemanusiaan kepada masyarakat, pelayanan pertolongan pertama, partisipasi kegiatan organisasi lain. Kecuali itu untuk pendidikan dan pembinaan bagi palang merah remaja, korp sukarela, dan tenaga sukarela.

Bupati Drs H Mahsun Zain MAg selaku ketua panitia Bulan Dana PMI dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu bulan dana. Sehingga bulan dana bisa melampaui target hampir mencapai angka Rp 500 juta. ''Mudah-mudahan tahun depan bisa mencapai 1 miliar,'' katanya.

Bupati mengingatkan, Purworejo merupakan daerah rawan bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor, dan sunami. Karena lempengan bumi Purworejo termasuk yang rawan bergerak, maka juga rawan tsunami. Dalam mengantisipasi rawan bencana tersebut lanjut Bupati, peran PMI sangat dibutuhkan. Untuk menopang itu hasil bulan dana juga diperlukan. Apalagi karena PMI selalu di garis depan setiap terjadi bencana alam. Bupati pada kesempatan itu secara simbolis menyerahkan hasil bulan dana PMI kepada Ketua PMI Kabupaten Purworejo Drs.Tri Handoyo MM.

Kamis, 20 Desember 2012

Masih Banyak Pengunjung RSUD Saras Husada Yang Merokok


Meski telah ada papan larangan merokok, namun ternyata masih banyak pengunjung RSUD Saras Husada Purworejo yang merokok di lokasi rumah sakit. Bahkan tak jarang jajaran RSUD mulai dari direktur, dokter hingga perawat terpaksa sering ikut mengingatkan para perokok itu.

Hal tersebut dikemukakan ketua tim penanganan pelayanan publik RSUD Saras Husada dr Juliance T Purba, ketika menemui tim pengaduan pelayanan publik Kabupaten Purworejo, yang melakukan klarifikasi di rumah sakit tersebut, Rabu (18/12). Tim dipimpin oleh Kabag Organisasi dan Aparatur Setda Bambang SUgito SH.

Dalam kesempatan itu, tim mengklarifikasi adanya sms yang masuk ke sms pengaduan pelayanan publik yang dikelola Pemerintah Kabupaten Purworejo. Salah satu sms itu mempertanyakan adanya pengunjung RSUD yang merokok.

Menurut Juliance, saat ini pihaknya sedang menghadapi penilaian sertifikasi. Sedangkan salah satu aspek yang dinilai adalah lingkungan rumah sakit yang bebas rokok. "Lha kalau masih banyak pengunjung yang merokok, ya nilai kita bisa berkurang," katanya.

Diungkapkan bahwa larangan merokok di lingkungan rumah sakit, merupakan amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku di seluruh rumah sakit di Indonesia. "Sehingga seharusnya, ruangan khusus tempat merokok   juga tidak boleh didirikan di lingkungan rumah sakit," ungkapnya.

Sementara itu Bambang Sugito menyatakan dukungannya pada upaya pihak RSUD untuk menegur para perokok di lingkungan rumah sakit. "Namun tentunya dengan bahasa yang santun, agar mereka tidak tersinggung. Karena hal itu dimungkinkan karena mereka tidak tahu adanya aturan larangan merokok," katanya.

Rabu, 19 Desember 2012

152 Kades Terpilih Dilantik


Sebanyak 152 kepala desa (Kades) terpilih hasl Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)  diambil sumpah dan janjinya oleh Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg dalam pelantikan di pendapa rumah dinas bupati, Rabu (19/12).

Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para Kades yang baru saja dilantik. Mereka diminta segera melakukan konsolidasi, termasuk dengan calon beserta pendukung yang kalah.

"Segera lakukan konsolidasi dan rekonsiliasi agar efek Pilkades tidak mengganggu penyelenggaraan pemerintahan desa, terutama pelayanan publik. Kades yang baru saja dilantik juga harus segera belajar dan menyesuaikan diri," katanya.

Untuk desa yang dalam Pilkades lalu calonnya kalah dengan bumbung kosong, Bupati mengatakan akan segera menunjukkan penjabat sementara agar tidak terjadi kekosongan yang bisa mengganggu pelayanan publik. "Yang kalah dengan bumbung kosong akan digelar Pilkades tahun depan," katanya.


Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermades)  Drs Murwanto mengungkakan, Pilkades periode 19-24 November itu sedianya diikuti oleh 157 desa di seluruh kecamatan. Namun dari jumlah itu Desa Kemanukan Kecamatan Bagelen dan Desa Gunung Wangi Kecamatan Kaligesing, calon kades kalah dengan kotak kosong sehingga belum menghasilkan kades. Juga Desa Benowo Kecamatan Bener gagal menggelar Pilkades karena calonnya mengundurkan diri

Berlanggan artikel Blogtegal via e-Mail